I'm in Korea. Of course, South Korea!

Whoaaaaaaaa! Is that true that I've been in South Korea? Yes, exactly. Tanggal 26 kemarin saya baru aja pulang dari Korea Selatan. Tunggu-tunggu, jangan pada heboh dulu. Saya bukan mau training jadi girlband, kok. Tenang aja. Terus kalo bukan jadi girlband, mau ngapain? 
Jadi gini awal ceritanya..
Beberapa bulan yang lalu, sekitar bulan Maret tepatnya, seorang guru di sekolah menghubungi saya disela-sela penilaian senam aerobik. Saya pikir, 'wah ini guru main-main', enak aja dia mengintrupsi saya kayak gitu. Eh, diluar dugaan, beliau menawarkan kepada saya dan salah satu teman sekelas saya untuk ikut sebuah lomba di Korea Selatan. Korea Selatan? Saya langsung excited. Kenapa enggak saya terima aja? Toh banyak temen yang pengen ke sana tapi nggak dikasih kesempatan, sedangkan saya udah ditawarin masa ditolak? Akhirnya saya iya-in aja, sebelum bilang ke orang tua. Setelah persetujuan awal itu, kami mulai berunding masalah tiket dan apa yang akan kami lakukan di sana.
Jadi ternyata, Global Youth Forum 2013 ini diadakan oleh Global Vision Christian School yang berlokasi di Mungyeong, Korea Selatan. Acaranya merupakan rangkaian seminar dan presentasi tentang social media. Ketika kami mau daftar, di application form ada pilihannya, jadi ada beberapa sub-tema yaitu social media for education, social media for psychology, social media for family/community, dan social media for world mission/NGO. Dan setelah mendaftar, kami mendapat undian social media for education. Jadi nanti di sana kami harus mempresentasikan sub-tema tersebut. Satu hal yang bikin kami semua positif berangkat karena kami cuma perlu bayar uang pendaftaran masing-masing US$50 dan bayar biaya tiket kurang lebih US$800 per orang. Selebihnya, penginapan dan makan ditanggung sekolah penyelenggara. Kenapa? Karena GVCS itu ternyata semacam boarding school gitu. Terus enaknya lagi, mereka bayarin kita jalan-jalan di sana. Asik banget!
Pokoknya masalah administrasi semua guru kami yang urus, saya dan teman-teman tinggal bayar aja, dan latihan juga. Tapi berhubung ada banyak acara selama bulan-bulan yang harusnya kami pake buat persiapan, kami malah jadi males-malesan untuk latihan presentasi. Alhasil, waktu efektif kami buat latian cuma kurang lebih seminggu karena beberapa dari kami termasuk saya juga harus jadi panitia MPO. Saya juga jujur aja jadi males-malesan banget. Tapi untungnya kami punya sesuatu yang bisa dibawa ke sana lah. 
Akhirnya tanggal 15 Juli kami berangkat berenam dari Semarang, nunggu pesawat di Jakarta, transit di Kuala Lumpur, dan akhirnya tiba di Incheon tanggal 16 Juli jam 9 pagi waktu setempat (kalo di Indonesia sekitar jam 7). Rasanya capek bukan main! Soalnya kami harus transit dan nunggu penerbangan selanjutnya cukup lama. Sampai di Incheon, kami dijemput salah satu perwakilan dari GVCS yang namanya Mr. Kim Yong Sik. Pertama kali liat dia, kayaknya orangnya agak susah ngomong bahasa inggris gitu. Setelah semua bagasi dibawa dan macem-macemnya, di luar pintu kedatangan kami memang udah janjian sama tim Indonesia yang lain, dari VITA School Surabaya. Kami emang belum pernah ketemu sebelumnya, baru saat itu kami kenal. Akhirnya kami semua berangkat ke Mungyeong, butuh waktu sekitar tiga jam untuk bisa sampai di sana. Iya, jauh banget! Karena emang belum sarapan, kami semua ditraktir Mr. Kim di sebuah food court di dalam rest area ditengah perjalanan kami menuju Mungyeong. Untuk pertama kalinya kami makan makanan Korea, ramyun! Waaaa, like a heaven! Emang sih kayak ramyun instan yang bisa di beli di Indonesia. Tapi kita lagi di Korea men dan makan makanan Korea men! K-O-R-E-A! Dan ternyata porsi ramyunnya jumbo sekali.
Dan finally, setelah mengalami sedikit kemacetan di jalan dan super duper jetlag, akhirnya jam 12 kami semua tiba di tempat tujuan, Global Vision Christian School Mungyeong Campus. Nggak kayak yang dibayangin sebelumnya, ternyata GVCS Mungyeong itu letaknya di daerah yang agak pegunungan gitu, desa lah pokoknya. Kanan-kiri adanya sawah, depan-belakang adanya gunung. Bukannya serasa di Korea Selatan, tapi di Kopeng heeemmmmm. Untungnya bukan pas winter di sananya, jadi nggak terlalu dingin. Cuaca di sana mirip-mirip kayak di Indonesia, panas tapi udaranya dingin, terus kadang tiba-tiba hujan.
Setelah dibagiin kamar dan naruh barang di kamar, kami bersih-bersih terus langsung latihan untuk persiapan presentasi. Emang jadwal tanggal 16 itu free dari panitianya, jadi kita bebas mau ngapain aja. Ketika kami jalan ke luar asrama, kami ketemu sama bule-bule dari Amerika yang ternyata adalah lawan-lawan kami. Saya cukup kaget dan tertegun, dan saya langsung mikir apa yang terjadi nanti pas hari H lomba. Gimana enggak takut, bahasa inggris buat mereka aja bahasa ibu. Dan mayoritas dari mereka pasti di sekolah sering banget dikasih tugas berupa research project, jadi mereka pasti biasa untuk ini. Kami yang awalnya memang target menang tapi pasrah, akhirnya langsung latihan keran untuk itu.
Keesokan harinya, 17 Juli adalah hari dimulainya Global Youth Forum 2013 secara resmi dengan diawali beberapa acara pembukaan seperti penampilan perkusi tradisional, tae kwon do, dan juga pengibaran bendera tiga negara peserta(Indonesia, Amerika, dan Korea) juga pengibaran bendera sekolah. Ada sekitar sebelas sekolah yang berpartisipasi: GVCS Mungyeong Campus(sekolah penyelenggara), GVCS Eumsong Campus, Eagle School, Tall Oaks Classical School, Red Lion Academy, Grace Academy, Boardfording Chistian School, Faith Christian School, Rippon Christian School, Vita School Surabaya, dan SMA Negeri 1 Salatiga (iya, sekolah negeri sendiri-_-). Setelah upacara pembukaan itu kami langsung mengikuti kelas seminar yang diselenggarakan dengan keynote speaker yang jago di bidangnya.
Singkat cerita, presentasi pertama kami dibabak penyisihan dimulai tanggal 18 Juli. Jadi hari itu ada dua babak penyisihan, yaitu untuk tema social media for education dan social media for psychological effect yang masing-masing tema terdiri dari empat kelompok. Nah, kami yang mendapat tema social media for education bersama dengan GVCS Mungyeong Campus team 1, Boardfording Christian School Boys Team, dan Rippon Christian School mendapat giliran maju yang terakhir, atau keempat. Mereka semua punya materi yang menarik, ditambah dengan riset yang sangat matang yang menyempurnakan judul yang mereka angkat. Keren banget dan kelihatan bahwa persiapan yang mereka lakukan sudah sangat lama. Tapi sayangnya cara penyampaian mereka yang layaknya presentasi pada umumnya kurang menarik perhatian. Cuma dari GVCS Mungyeong aja yang pake sedikit properti dan jadi sedikit menarik. Nah pas giliran kami presentasi, kami langsun menyedot perhatian penonton yang ada di chapel saat itu. Saat kami mempresentasikan materi kami, semuaa orang ketawa, juri pun juga ikutan ketawa.Waktu kami turun panggung, juri pun juga kasih feedback yang baik. Bahkan ada juga orang-orang yang secara khusus datang menghampiri dan kasih pujian atas presentasi kami. Kenapa bisa begitu? Padahal kayak yang udah saya bilang sebelumnya, kami hanya persiapan kurang lebih satu minggu sebelum berangkat, selain itu materi kamu juga kurang matang. Jadi?
Kelompok kami memang membawakan presentasi kami dengan cara yang berbeda yaitu dengan skit atau drama pendek. Karena materi yang kami bawakan adalah tentang literasi media, jadi didalam skit itu ada guru, murid, agent of destroy, agent of change, dan narator. Dan skit itu juga kami bawakan dengan penuh humor dan pas banget jam-jamnya laper dan ngantuk. Akhirnya kami secara berhasil ngambil perhatian mereka semua dengan materi yang menurut kami payah banget.
Setelah kelompok dengan tema lain tampil, ya akhirnya saya bisa menyimpulkan kalo mereka-mereka emang kece badai! Keren banget sumpah! Terus saya mikir aja kalo misalnya kelompok kami masuk final pasti kami langsung mati. Dan ternyata bener. Setelah evening activities, peserta yang masuk ke grand final langsung diumumin dan... SMA N 1 Salatiga masuk! Wuah. Campur aduk banget rasanya, seneng, deg-degan, bingung, panik, tanpa ekspresi lah pokoknya, nggak kayak grand finalis yang biasanya-_- Akhirnya malem itu kami semua langsung ngelayap ke kelas, latian sampe jam dua belas malem. Capek, ngantuk, bete, dan semuanya jadi satu akhirnya kami bukan latian tapi malah marah-marahan dan bete-betean. Argh.
Besok harinya kami semua bangun dalam keadaan hangover dan mata panda banget soalnya malem sebelumnya baru pada tidur jam dua dan harus bangun jam lima. Padahal hari itu kami juga harus presentasi. Ya gimana ya, saya juga bingung harus tambah bahan yang bener-bener kurang dan harus latihan lagi biar m-e-n-a-n-g. Tapi puji Tuhannya, kami semua dapet waktu latian yang cukup dan bisa memberikan final presentasi yang baik hari itu, walaupun nggak semenarik hari sebelumnya karena emang jadi jayus. Dibanding sama grand finalis lain, kami jelas kalah secara materi. Yang unggul dari kami cuma satu, kemasan presentasi kami yang beda. Ya tinggal gambling aja apakah hal itu bisa jadi penentu kemenangan.
Setelah semua grand finalis presentasi, ada fun time bentar terus kami semua langsung ikut gala dinner yang kayak di drama-drama Korea gitu hehehe. Makanannya ada kimbab, sushi, babi panggang dan macem-macem yang enak banget. Rasanya kayak nggak bakal nyesel kalopun gendut yang penting makan enak sekali seumur hidup hahaha. Setelah dinner bareng itu kami kembali lagi ke chapel untuk mendengarkan pengumuman pemenang. Di atas panggung udah ada trophy sejumlah peserta yang pas banget yang berarti semua peserta pasti dapet trophy itu. Ada beberapa kategori tapi, trophy untuk pemenang, peserta, dan peserta favorit berdasarkan voting. Nah, dari lima grand finalis cuma ada empat tim yang bisa dapet trophy pemenang. Ternyata eh ternyata, Red Lion School yang juga grand finalis ternyata dapet trophy favorite team, which means kami bisa dapet trophy pemenang! Dan ternyata bener, kami dapet 3rd runner up! (Tall Oaks Classical School-Champion; GVCS Mungyeong-1st runner up; GVCS Eumsong-2nd runner up; Salatiga State Senior Highschool-3rd runner up)
Ya ampun, sujud syukur ya Tuhan! Seneng banget! Ternyata perjuangan kami terbayar sudah. Kami bersyukur banget, bisa sampe sejauh ini dan ngalahin banyak tim dari Amerika. Walaupun kami sampe marah-marahan, gontok-gontokan, tapi terbayar semuanya! Terima kasih juga buat dukungan temen-temen dari Indonesia yang setia banget doainnya. Terima kasih yah sekali lagi -xoxo
***
By the way, here is the sneak peeks when I went there. Actually, we got three days trip around South Korea from the forum organizer. And it was all had been paid by the organizer. Check out the pictures below untuk tahu saya sudah kemana saja selama di Korea Selatan. Enjoy!

When we arrived in Incheon. Muka-muka dekil belum mandi tapi tetep narsis.


I was glad that I had ramyeon for my 'welcome breakfast'! Yippiey!



The view of GVCS Mungyeong Campus. It has a lot more difference now.
Our dream classroom

Before the rehearsal for the final round


GVCS's Tae Kwon Do team performed for the opening ceremony

Our preliminary round performance
So, everynight we had a music concert with different performer each. And those Korean Traditional Music Group was one of them.
(left to right) Rosi; Dwinda; Me; Young Min (my new Korean bestfriend); Tesa; Tiur; Helen Kang (additional english class teacher)
With our Indonesian teammates from VITA School, Surabaya
Another Korean bestfriends from Eagle School, Bundang
With the principle






Our celebration picture! 3 runner-up wasn't that bad ;)
American friends from Broadfording Christian School

Some of GVCS Eumseong Campus students
We won! (mind my fatty cheek huh)



Sarah Park and Diana Lee from US whose came to join English Mission Camp
Trip to Hahoe Village, Andong
Traditional Mask Dancer


This tree is a kind of fortune tree where everyone wrote their wishes and hang it there

Hahoe Traditional Village





City of Andong
Seoul downtown!

With our lovely tour guide Mrs. So Mi (because we had her pay for the lunch and dinner:p)





Gyeongbokgung Palace
This is the royal palace of South Korea built in 1395, three years after the Joseon Dynasty was founded.
Entrance tickat for each person is 3,000 Won for adults and 1,500 Won for children. But if you come in group of more than ten, you will get lower price, 2,400 Won for adults and 1,200 for children.
Open hours:
09:00-18:00 Mar.-May; Sep.-Oct.
09:00-18:30 Jun.-Aug.
09:00-17:00 Nov-Feb.
(closed on Tuesdays)
Gyeongbokgung Palace with its beautiful background, Mount Bugaksan

The crowd




selfie selfie kekekeke~






Friends from Faith Christian School, US




Can you see The Famous Namsan Tower behind?


Namdaemun Market
You can find everything here with the cheapest price compare with any other market in Seoul. They sell souvenirs, gingseng, clothes, and many other. It's located near Namsan Tower


Insadong Street
It kinda similar with Cihampelas Walk in Indonesia where you can found lots of stuff with higher price(compare with stuff in Namdaemun). There were so many shops, restaurant, street-food vendor, and also art craft shop.You can also found museum, and sometimes you will see festivals along the street




We visited Yanghwajin Foreign Missionary Cemetry, a cemetry for foreign missionaries and their family who dedicated their lives to Korea during the late 19th to and early 20th centuries.

Times Square madness!

Our very last night at Seoul :(

Samgetang
A soup with a boiled chicken filled with rice, ginseng, garlic, and date palm. You have to cut it with scissors to take the filling and eat the chicken with salt or it would be tasteless. One chicken is for a person -_- I ate this in a restaurant near the campus in Mungyeong. The price is for about 30,000 Won. But if you find it at Seoul, the price is  maybe more expensive.

Barbeque time! I paid 6,000 Won for those
  
Jajangmyeon
It is noodle with soy sauce and some slice of mushrooms and squid. The price is for about 8,000 Won (if I'm not mistaken). I ate this at Shinsaegae's food court. And all of the food cost was around 5,000 to 25,000 Won.

Beef Bulgogi
When we ate this beef bulgogi, they will serve it uncooked and just cooked it if we want to eat. So, it is fresh and super duper delicious! You have to try this Korean food. (I don't know the price because the tour guide bought and paid it for us)

Pork Bulgogi
Found this at Insadong Street, and the cost is 8,000 Won. It had different taste with the Beef Bulgogi because it was little bit spicy and it had been cooked when we came.

The happy faces because they met Pork Bulgogi! (esp. me. LOL)
  
Backyard
I got a lot of memorable and precious memories with these new friends. I will never forget them for the rest of my life. I want to get back to Korea :(


Comments

  1. aaa. lucky you!
    and congratulation for the accomplishment.

    ReplyDelete
  2. wah.. there was a lot of me hahahahahahaha. miss the moment! let's just go back there after the graduation, and meet my love of my life (okay this is weird)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Road of Life

A Philosophy About Love and Flower