A Philosophy About Love and Flower

Ada dua jenis bunga, bunga segar dan bunga palsu. Bunga segar itu indah, wangi, warnanya cerah, tapi tidak tahan lama, cepat busuk, setelah itu tinggal dibuang. Sedangkan bunga palsu, sama-sama indah namun tidak beraroma, warnanya pun tidak secerah bunga segar. Tapi, bunga palsu tahan lama, bisa dipakai dalam jangka waktu panjang, dan tergolong murah sehingga dapat menghemat biaya.

Kalau disuruh memilih, gue bingung. Ya, gue bingung. Depends on situation banget.. Apalagi kalau filosofi bunga ini dikaitkan dengan cinta. Cinta seperti bunga segar, atau cinta yang seperti bunga palsu?
Cinta yang seperti bunga segar berarti cinta yang segar, ceria, wangi, penuh warna, tapi cepat busuk, namun cinta itu tulus, asli. Dan cinta yang seperti bunga palsu adalah cinta yang sedikit lebih kusam, tidak beraroma, tapi awet, dan tentu saja, palsu.

Cinta dan bunga benar-benar nggak bisa disandingkan menjadi sebuah filosofi memang, karena setiap orang pasti ingin memiliki kisah cinta yang wangi, cerah, segar, tulus sekaligus tahan lama. Gue juga salah kenapa menyandingkan cinta dan bunga sebagai sebuah filosofi padahal sama sekali nggak nyambung, nggak bisa.

Tapi gue punya alasan. Cinta itu identik dengan bunga. Biasanya, cowok ngasih ceweknya bunga sebagai kado ulang tahun, atau kado perayaan hari kasih sayang. Dan mayoritas pasti ngasih bunga segar. Kelihatan indah memang, tapi para cewek nggak sadar, dibalik keindahan itu, bunga yang dikasih cowoknya itu nggak lama kemudian bakal busuk. Tapi kalau cowok mau ngasih bunga palsu, sama aja, serba salah. Filosofi serba salah. Filosofi yang bikin mati gaya.

Intinya, bukan masalah filosofi ini, bukan masalah bunga segara gampang busuk dan bunga palsu tahan lama. Tapi, bagaimana kita menyikapinya. Bagaimana cara kita memahami cinta. Bagaimana kita berusaha supaya cinta kita buat orang lain itu nggak palsu, tapi juga tahan lama. Dan satu lagi pesen gue, buat para cewek, jangan jadi negative thinking ya waktu dikasih bunga sama cowoknya. Jangan jadikan filosofi diatas tadi sebagai latar belakang, dan akhirnya kalian menolak pemberian dari cowok kalian. Jangan banget. Gue juga nulisnya juga kurang kerjaan sih, hanya sebagai pelampiasan rasa penasaran dan sedikit pemikiran hehehe :p

Satu lagi, semoga setiap kalian yang baca, yang udah punya pacar, semoga cinta kalian sama pacar kalian segar, cerah, wangi, awet, dan nggak palsu :)

Comments

Popular posts from this blog

I'm in Korea. Of course, South Korea!

Road of Life