Ah.. College..


I'm just still in the second year of senior highschool but already confused with what university I'll choose on the next year.
I told you so many times that I really wanted to be included by the family of Univesity of Indonesia. Pengen banget Sastra Perancis dan bisa kerja di Perancis plus travelling juga.. But then one day, waktu lagi santai-santai sore tiba-tiba Bapak dan Ibu bilang, "kenapa nggak coba apply beasiswa keluar?" HAH? Keluar? Bapak dan Ibu menyarankan saya untuk coba apply ke beberapa universitas beda negara seperti National University of Singapore, atau University of Queensland, dan mungkin bisa jadi Oxford atau Harvard University. Saya sih pengen-pengen aja. Tapi dari semua pilihan universitas itu saya masih kurang yakin karena rata-rata semuanya universitas yang high-class dan kurang cocok di bidang linguistik. 
Awalnya saya masih mempertahankan pendirian saya sih untuk tetap apply  SNMPTN Undangan ke UI, apalagi setelah kemarin saya habis dari UI. Saya cinta mati lah sama UI. Tapi setelah dikasih tawaran sama orang tua (which means mereka bakal bantu banyak hal) dan melihat kemungkinan travelling akan jauh lebih besar ketika saya memilih kuliah di luar, saya jadi pikir ulang. 
Akhirnya beberapa sore setelah itu saya mulai googling tentang universitas-universitas tersebut di atas. Saya memang masih belum punya bayangan waktu itu, jadi hal pertama yang saya buka adalah list of faculty-nya. Saya pilih yang tentu saja masih di dalam lingkup linguistik atau humaniora, miniman hubungan internasional lah yang saya ambil, atau komukasi. Dan puji Tuhannya di beberapa universitas itu ada yang cocok, tapi belum ngecek juga passing grade dan sebagainya. Semua akhirnya masih jadi pertimbangan, cari info sana-sini, minta saran banyak orang tentang biaya hidup dan kuliahnya sendiri, dan banyak hal lain. 

2014 nanti saya mau jadi mahasiswa apa ya?
Tuhan udah tau nanti saya jadi apa, atau mungkin Tuhan ini lagi sibuk ngerancang saya masuk apa nantinya. Tapi saya nggak tau. Saya masih bingung, bimbang, labil, galau, nggak tau harus pilih yang mana. Dukungan orang tua sudah pasti, keinginan udah ada, univesitas udah cemepak. Sekarang kayaknya yang dibutuhkan cuma keseriusan dan kerja keras saya aja kalo emang saya bener-bener mau apply to any high-class university. 
Kadang saya miris sama diri saya sendiri. Saya selalu takut untuk menyesal. Tapi kebanyakan rasa 'takut untuk menyesal' itu lebih bisa dikalahkan sama rasa malas saya yang seringkali membabibuta. Udah tau kalo saya nyesel nanti bakal seperti apa, eh saya masih enak-enakan twitteran atau main onet. Saya nggak habis pikir sama diri saya sendiri, sama semesta juga. Kenapa sih susah banget untuk ngalahin diri sendiri? Atau semua ini memang prosesnya? Biar jadi tantangan? Biar ada geregetnya? Bisa jadi. 
Saya nggak tau akan jadi apa saya nanti kalo saya masih belum bisa mengalahkan diri saya sendiri. Mungkin universitas yang saya tulis tadi bisa jadi cuma sebatas impian, dan saya cuma kuliah di universitas swasta dalam kota (bukan maksud meremehkan.) Kalo kata coach basket sih, apa yang kita butuhkan sekarang cuma usaha, kerja keras, kemauan, dan tekad yang tinggi, serta memercayakan semuanya kepada Tuhan. Maka Tuhan akan lakukan sisanya. 
Ayo serius buat 2014 dan seterusnya!

Comments

Popular posts from this blog

I'm in Korea. Of course, South Korea!

Road of Life

A Philosophy About Love and Flower